Uncategorized

Adapun karomah Mbah Kholil

1. Membelah Anda

Kekuatan gaib lainnya dari Mbah Kholil adalah kemampuannya untuk memecah belah. Itu bisa di beberapa tempat secara bersamaan. Ada kejadian aneh ketika dia mengajar di pesantren. Selama konferensi, Mbah Kholil melakukan sesuatu yang tidak bisa dilihat mata. “Tiba-tiba pakaian dan sarungnya basah kuyup,” KH. Ghozi

Para siswa terkejut. Sementara dia mengabaikan dirinya sendiri, dia tidak mau mengatakan apa-apa. Masuki rumah secara langsung, ganti baju.

Teka-teki itu baru dijawab setengah bulan kemudian. Ada seorang nelayan Sowan ke Mbah Kholil. Dia berterima kasih, karena ketika kapal pecah di tengah laut, dia langsung membantu Mbah Kholil.

“Kedatangan nelayan yang kedoknya terbuka. Ternyata ketika dia membacakan, Mbah Kholil menerima pesan untuk segera pergi ke pantai untuk menyelamatkan para nelayan yang kapalnya rusak. Dengan karomahnya, dia dapat mencapai laut dalam sekejap dan membantu nelayan.” KH menjelaskan. Ghozi yang kini tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman.

2. Menyembuhkan orang lumpuh secara instan

Dalam buku yang berjudul “Kisah Para Pastor, Pastor Syaikh Ahmad Jauhari Umar,” ia menjelaskan bahwa Mbah Kholil Bangkalan adalah salah satu guru dari Pastor Syeikh Ahmad Jauhari Umar, yang memiliki karomah yang luar biasa. Diceritakan oleh penulis buku sebagai berikut:

“Suatu hari, ada seorang lelaki Tionghoa yang lumpuh, meskipun mereka membawanya ke Jakarta, tepatnya di Betawi, tetapi dia belum pulih. Kemudian dia mendengar bahwa di Madura ada pesulap yang bisa menyembuhkan penyakit. Kemudian dia pergi ke Madura untuk Mbah Kholil untuk perawatan Dia dibawa menggunakan tandu untuk 4 orang, belum lagi anak-anak dan istrinya juga menemaninya.

Dalam perjalanan dia bertemu dengan Madcure yang dijemput karena dia sakit (kakinya patah di pepohonan). Kemudian mereka sepakat untuk pergi bersama untuk mencari pengobatan di Mbah Kholil. Pastikan Anda berjalan di depan sebagai panduan. Pada jarak kurang dari 20 meter dari rumah Mbah Kholil, Mbah Kholil muncul di rumahnya dengan pedang dan berkata: “Di mana orang itu ?! Biarkan aku memotong semuanya sekaligus.”

Melihat ini, kedua orang yang sakit menjadi takut dan segera melarikan diri tanpa menyadari bahwa mereka sakit. Karena Mbah Kholil terus menatap mereka dan meneriaki mereka, akhirnya, tanpa disadari, mereka pulih. Setelah kematian Mbah Kholil, kedua pria itu sering berziarah ke makamnya.

3. Kisah seorang pencuri mentimun tidak bisa duduk

Suatu hari, petani mentimun di daerah Bangkalan sering mengeluh. Setiap mentimun yang siap panen selalu dicuri dulu. Sementara insiden itu berlanjut, petani mentimun akhirnya menjadi tidak sabar. Setelah berunding, diputuskan untuk pergi ke Mbah Kholil. Setelah tiba di rumah Mbah Kholil, seperti biasa, Kyai mengajar buku Nahwu. Buku itu disebut Jurumiyah, buku tata bahasa Arab tingkat pemula.

“Assalamu’alaikum, Kyai,” kata para petani serempak.

“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Mbah Kholil.

Melihat banyak petani yang datang. Mbah Kholil bertanya: “Sampean punya kebutuhan, ya?”

“Itu benar, Kyai. Belakangan ini ladang mentimun kita selalu dicuri oleh pencuri, kami mohon pada Kyai, penawarnya,” kata petani itu, memohon semoga.

Pada saat itu, buku yang dipelajari oleh Kyai sampai pada frasa “qoma zaidun” yang berarti “zaid telah berdiri”. Kemudian Mbah Kholil berbicara segera sambil menunjuk ke huruf “qoma zaidun”.

“Ya … Karena pembacaan ini menjadi” qoma zaidun “, ya,” qoma zaidun “hanya digunakan sebagai pencegah,” seru Kyai dengan tegas dan tegas.

“Sudah, Tuan Kyai?” Para petani berkata dengan nada ragu dan tanda tanya.

“Ya,” jawab Mbah Kholil menekankan.

Mereka puas mendapatkan penangkal racun dari Mbah Kholil. Para petani kembali ke rumah masing-masing dengan kepercayaan penawar Mbah Kholil.

Hari berikutnya, seperti biasa, petani mentimun pergi ke ladang mereka. Betapa terkejutnya mereka melihat pemandangan di depannya. Beberapa pencuri mentimun terus-menerus berdiri, tidak bisa duduk. Kemudian, tanpa diragukan lagi, semua pencuri mentimun yang telah merajalela diketahui dan bisa ditangkap.

Akhirnya, warga datang menemui pencuri yang tidak bisa duduk, semua upaya telah dilakukan, tetapi hasilnya sia-sia. Semua pencuri berdiri dengan wajah pucat karena mereka diamati oleh semakin banyak orang.

Satu-satunya cara bagi pencuri untuk duduk, maka perwakilan petani memutuskan untuk pergi ke Mbah Kholil lagi. Setelah tiba di kediaman Mbah Kholil, kurir menerima penangkal racun. Begitu obat mencapai tubuh pencuri yang menjengkelkan, dia akhirnya bisa duduk seperti sebelumnya. Dan para pencuri mengeluh dan berjanji untuk tidak mencuri lagi di ladang yang dimiliki

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*